Tekanan jemari sang nyonya di tengkuk Bayu kian mengerat, menuntut kejujuran mutlak dari sang kuli kesayangan. Bayu menelan ludah dengan susah payah merasakan sengatan listrik yang seketika menjalar liar ke selangkangannya. Si Gatot di balik celana kainnya langsung menegang keras menantang ritsleting, terpicu oleh jarak fisik yang begitu intim di tempat terbuka ini. "Demi Tuhan, Nyonya Selin... pikiran dan pandangan saya sama sekali tidak goyah sedikit pun," jawab Bayu dengan suara bariton yang serak dan tegas. "Bagi saya pribadi, gadis desa mana pun tidak akan pernah sanggup menandingi kesempurnaan seorang dewi seperti Nyonya." Mendengar sanjungan tulus yang meluncur tanpa jeda itu, sepasang mata cokelat keemasan Nyonya Selin berbinar puas. Tangan lentik wanita kaya raya itu meluncur turun ke dada bidang Bayu, merasakan detak jantung pemuda desa yang berdegup liar bagai genderang perang. "Bagus sekali... kamu tahu betul bagaimana cara membuat hatiku senang, Bayu." Nyonya Seli
Read more