Dua petugas kejaksaan bergerak cepat memasang borgol baja ke kedua pergelangan tangan Paman Tirta di depan meja rapat. Pria paruh baya itu tertunduk lunglai tanpa daya saat digiring melangkah menuju pintu keluar ruang pertemuan direksi. Melihat ayahnya diseret aparat, sorot mata Dinda mendadak berubah liar dipenuhi kegilaan yang memuncak. “Aku tidak sudi membusuk di penjara sendirian, Selin!” jerit Dinda seraya merogoh belati lipat kecil dari balik jaket bulunya. Gadis bergaun merah itu melompat kalap menerjang ke arah Nyonya Selin dengan mata pisau mengarah lurus ke leher sang kakak tiri. Bayu tidak membuang waktu sedetik pun. Kewaspadaan tinggi seorang sopir pribadi yang terbiasa membaca situasi jalanan membuat gerakan Bayu melesat mendahului sabetan senjata tersebut. Telapak tangan kanan Bayu mencengkeram pergelangan tangan Dinda di udara, lalu memutarnya ke bawah dengan kuncian presisi tanpa cela. KLEK! Belati lipat itu terlepas berdenting ke lantai karpet, disusul jerit
Read more