Kepanikan dalam suara Ivy memecah keheningan kamar. Namun, Lucas hanya berdiri di sana, menatapnya tanpa sedikit pun rasa bersalah, dingin, dan tenang. “Aku tidak melakukan apa-apa.” “Lalu kenapa kau bilang nasib Tante Jasmine ada di tanganmu?!” Ivy melangkah maju, dadanya kembang kempis dengan cepat ketika udara yang ia hirup terasa semakin sulit mencapai paru-paru. “Lucas, kalau kau berani menyentuh Tante Jasmine—” “Aku tidak menyentuhnya, Ivy,” sergah Lucas cepat, memotong kalimat Ivy dengan nada datar yang terkesan menyiksa. “Lebih tepatnya belum.” Lucas menyeringai, menikmati ekspresi takut yang menyebar di paras cantik Ivy. “Semuanya tergantung bagaimana sikapmu kepadaku,” lanjut Lucas setelah jeda beberapa saat. Lucas mendekat ke arah Ivy. Bayangannya yang tinggi besar, perlahan mengurung gadis mungil itu. Tangannya terangkat, mengusap garis rahang Ivy dengan ibu jari, sebuah sentuhan lembut yang justru terasa seperti goresan duri. Ia sengaja membiarkan kalim
Read more