Sugiono menatap wajah Bu Dita yang tampak kacau dan kelelahan. Ruang arsip yang berbau debu dan kertas lama itu terasa pengap, jauh dari kebisingan para tukang di luar."Jangan terlalu dipikirin sampai stres begini, Bu," kata Sugiono dengan nada bicara biasa.Pria paruh baya itu mengulurkan tangan, menyentuh pelan pipi Bu Dita. Kulit wanita itu terasa dingin. Bu Dita tidak menepis tangan Sugiono, melainkan membiarkannya begitu saja sambil memejamkan mata sesaat."Capek, Yono..." keluh Bu Dita dengan suara bergetar. "Setiap hari di rumah sendirian terus, suamiku malah sibuk urusan kerjaan di luar kota."Sugiono mendekatkan posisinya, berdiri semakin dekat dengan Bu Dita. "Kalau suami majikan tidak pernah peduli, kenapa masih diurusin terus? Buat apa tinggal di rumah besar tapi batin tersiksa?"Bu Dita membuka matanya, menatap ragu ke arah kuli bangunan di hadapannya. "Maksud kamu apa, Yono? Kamu nyuruh aku kabur?""Bukan kabur, cuma cari orang yang benar-benar bisa nemenin majikan kala
最後更新 : 2026-07-29 閱讀更多