Keheningan kembali menyelimuti kamar luas ini.Dhanadoya masih diam, tatapannya tak teralihkan dari Amaya sedetik pun. Sampai tangannya mengusap tengkuk, menyadarkan dari keanehan yang dia rasakan. Suara dehamannya kini menggema di ruangan ini.“Pergilah mandi dan ganti gaunmu!” perintah Dhanadoya.Amaya tak memandang ke Dhanadoya. “Bentar, Pak. Ini belum selesai.”“Letakkan itu, saya yang akan benerin, sekarang mandi dulu!” Kali ini nada suara Dhanadoya lebih tegas.Amaya menoleh pada Dhanadoya yang menatapnya seolah tak boleh membantah. Dia mengembuskan napas panjang. “Memangnya Bapak bisa benerin?” Amaya menatap ragu.Dhanadoya tak membalas, hanya satu sudut alisnya yang tertarik ke atas, isyarat agar Amaya tak banyak bicara.Mau tak mau, Amaya meletakkan gantungan kunci itu ke meja, lalu dia berdiri dari duduknya.“Kalau gitu saya mandi dulu, Pak.” Amaya melirik ke gantungan kuncinya dengan cemas. “Misal Bapak gak bisa benerin, biar saya yang coba benerin lagi, Pak.”“Mandi sekara
Last Updated : 2026-10-03 Read more