Di sisi lain kota, di sebuah mobil mewah yang melaju pelan di jalanan pinggiran Jakarta, Devan duduk dengan tubuh tegang. Matanya merah karena kurang tidur, wajahnya kusam, dan rahangnya mengencang setiap kali Faisal berbicara."Pak, orang suruhan kita baru saja mengirim kabar," kata Faisal dari kursi depan. "Salah satu dari mereka melihat seseorang yang mirip dengan Bu Ghea di sekitar area ini. Di pinggiran Jakarta Selatan."Devan langsung menegakkan tubuhnya. "Di mana? Tepatnya?""Di sekitar daerah kos-kosan murah. Dia membeli sesuatu di apotek sekitar dua jam lalu. Orang kita tidak langsung mendekati, tapi dia yakin itu Bu Ghea. Deskripsinya cocok, Pak. Wajahnya pucat, tubuhnya kurus, rambutnya panjang sebahu. Dan dia sedang sakit, dari caranya berjalan.""Kenapa tidak ditahan?" suara Devan meninggi, panik dan marah sekaligus."Karena dia tidak yakin, Pak. Dan orang kita tidak mau membuat kesalahan. Tapi setelah kami cross-check dengan deskripsi dan waktu, kemungkinan besar itu mem
Last Updated : 2026-07-12 Read more