Ruang di ujung koridor vila itu terlihat berbeda dari ruangan lainnya. Pintunya terbuat dari baja berat dengan lapisan karet tebal di sekelilingnya, dan tidak ada jendela sama sekali. Ketika Devan membawa Ghea ke depan pintu itu, dia merasakan firasat buruk menjalari punggungnya."Ada apa ini?" suara Ghea terdengar pelan, nyaris berbisik, seolah ia takut pada jawaban yang akan datang.Devan tak menjawab. Diam-diam, tangannya meraih gagang pintu baja di hadapan mereka. Dengan satu tarikan tegas, ia membukanya lebar-lebar. Di balik pintu itu, sebuah ruangan gelap menyambut. Hanya ada satu kursi logam di tengah, seperti kursi interogasi dalam film-film thriller. Di keempat sudut ruangan, menggantung pengeras suara berukuran besar, menghadap ke pusat ruangan seperti mata-mata yang tak berkedip. Dinding-dindingnya ditutupi panel peredam suara berwarna hitam, seolah ruangan ini sengaja dirancang untuk menelan setiap teriakan, setiap nafas, setiap ketakutan yang keluar dari mulut siapa pun y
Last Updated : 2026-07-21 Read more