Tapi Devan tidak menjawab dengan kata-kata. Sebagai gantinya, dia mendekat, satu langkah demi satu langkah, mengurangi jarak di antara mereka sampai Ghea bisa merasakan kehangatan tubuhnya yang mendekat. Ruangan yang tadinya terasa luas dan lapang kini terasa semakin sempit, seolah-olah dinding-dinding bergerak mendekat, menyisakan hanya mereka berdua di tengah keheningan yang membara."Ghea," bisik Devan, suaranya dalam dan penuh emosi yang selama ini dia pendam. "Aku tahu ini bukan waktu yang tepat. Aku tahu ada banyak hal yang harus kita selesaikan. Arka, Nadia, semua rencana yang masih menunggu. Tapi aku tidak bisa terus berpura-pura. Aku tidak bisa berpura-pura bahwa perasaan ini tidak ada."Ghea menelan ludah, mencoba menenangkan napasnya yang mulai memburu dan tidak teratur. Dadanya naik turun dengan cepat, dan pikirannya berputar seperti angin puyuh. "Devan, kita tidak bisa—""Kita bisa," potong Devan dengan tegas tapi lembut, tangannya meraih dagu Ghea dengan perlahan, meng
Last Updated : 2026-07-25 Read more