Dayana berlari ke kamar si kembar, di sana ia melihat Theo duduk di tepi ranjang sambil menyeka darah yang keluar dari hidungnya. "Loh, Ma ... sekarang ada darah dari hidungnya juga!" pekik Leo heboh. Theo yang sakit, namun Leo yang histeris. Theo hanya mengerjapkan sepasang matanya menatap Leo yang kini kebingungan. Sedangkan Dayana menghampiri Theo dengan wajah cemas. "Sakit ya, Sayang? Sebentar ya, Nak...." Dayana mengambil tissu di atas nakas dan membersihkan darah yang mengucur dari hidung Theo. "Kepala Theo pusing, Ma," lirih anak itu. "Iya, Sayang, Mama tahu...." Dayana menoleh pada Leo yang berdiri di sampingnya. "Mama, itu hidung Theo kenapa?" Dengan cemas Leo mulai banyak bertanya. "Tidak apa-apa, Sayang. Mama minta tolong ambilkan baju ganti punya Theo, Nak," perintah Dayana pada Leo. "Siap, Ma!" Leo bergegas berlari ke arah lemari. Dayana melepaskan baju tidur yang Theo pakai. Ia mengusap kening Theo yang hangat, lalu Dayana memeluk putranya itu dan ia memejamk
閱讀更多