Si kembar benar-benar menahan Dominic untuk pulang hingga malam. Seharian ini, Dayana tidak sibuk lagi, karena Theo dan Leo sibuk mengajak papanya bermain. Tapi, setelah pukul sepuluh malam, anak-anak itu tertidur. Barulah Dominic bisa perlahan-lahan beranjak dari tempat tidur mereka dan keluar dari dalam kamar si kembar. Dominic turun ke lantai satu, pria itu melihat Dayana berdiri di depan jendela, melamun menatap ke arah luar yang kini gelap dan gerimis. "Anak-anak sudah tidur," ujar Dominic memecah hening. "Aku akan pulang sekarang."Dayana menoleh, ia mengangguk kecil. "Heem." Perlahan, Dominic berjalan mendekatinya. Pria itu menyergah napasnya panjang, pandangannya mengedar pada seisi kediaman Dayana. Malam yang gelap dan sunyi, Dominic harus meninggalkan wanita ini di rumah sendirian. Ia tidak tega, berat untuk melangkah keluar. "Aku akan baik-baik saja, pergilah," ucap Dayana pelan. "Aku sudah terbiasa sendirian...." Tatapan mata lekat Dominic tertuju padanya. Wanita ca
閱讀更多