Dayana menghampiri kedua orang Dominic. Tidak ada sedikitpun keinginan Dayana untuk menyapa mereka. Ia tetap dengan wajah datar, setengah tertunduk. Papa mertuanya hanya meliriknya sekejap, sebelum melengos dan berjalan menjauh begitu saja membawa Theo dan Leo, juga Ruby. "Bagaimana kabarmu, Dayana?" tanya Sista, wanita itu seperti terpaksa mengapa Dayana. "Baik, Ma," jawab Dayana singkat. "Pintar juga kau ya, mempermainkan keluargaku!" ujarnya dengan nada kesal. "Membuat huru-hara kematian palsu! Membuat putraku menderita selama tiga tahun ... kau pikir dirimu sudah sehebat itu, Dayana?" "Ma!" Dominic menatap tajam mamanya. "Aku membawa istriku pulang bukan untuk Mama marahi!" tegasnya. "Mama tidak memarahinya. Mama hanya bicara sesuai fakta, Dominic!" jawab Sista ketus. Wanita setengah usia itu berdecak kecil dan langsung membalikkan badannya cepat. "Masih saja kau membela wanita yang salah, Dominic. Sudah ditinggal selama tiga tahun, kau masih memberikan maaf
閱讀更多