"T-Tuan... tolong, kita pergi dari sini saja... Tolong, Tuan..." Suara Alina bergetar hebat, nyaris tenggelam oleh bisingnya suasana restoran. Jemari tangannya yang dingin cemas meremas kuat lengan jas Reynard. Mata bulatnya yang kini berkaca-kaca menatap pria tegap di sebelahnya dengan pandangan memohon, begitu ketakutan jika rahasia pahit dan luka masa lalu rumah tangganya terbongkar di hadapan Reynard dan Sean. Reynard merasakan tubuh Alina yang gemetaran di sampingnya. Pria itu menepuk lembut tangan Alina yang melingkar di Lengannya, mencoba memberikan ketenangan. "Tenang, Alina. Kau bersama saya," bisik Reynard dengan nada rendah namun teramat tegas. Namun Bagas, yang berdiri di samping meja mereka, justru menyunggingkan senyum kemenangan yang teramat licik. Melihat raut ketakutan di wajah mantan istrinya, rasa percaya diri pria itu makin melambung tinggi. "Lho, kenapa harus buru-buru pergi, Alina?" ejek Bagas dengan suara sengaja diperas nyaring, memancing perhatian beb
最後更新 : 2026-08-02 閱讀更多