"Pagi-pagi begini belanjaanmu sudah banyak sekali, Alina? Beli daging, ikan, sampai sayuran segar begini, mau ada acara hajatan di rumah?" Suara cempreng berkecepatan tinggi itu menyapa telinga Alina tepat saat jemarinya sedang memilah-milah wortel segar di lapak tukang sayur keliling. Alina menghela napas pendek, lalu menoleh dan mendapati Bu Karin, tetangga bermulut tajam yang sejak dulu paling suka mengurusi hidup orang lain, sedang berdiri bersedekap dada di sampingnya. Alina menyunggingkan senyum tipis, berusaha tetap sopan meski dadanya menyempit. "Bukan ada acara, Bu Karin. Cuma belanja bahan makanan biasa untuk stok beberapa hari ke depan." Bu Karin tertawa kecil, suara tawa yang sengaja dikeras-keraskan agar terdengar oleh ibu-ibu kompleks lainnya yang sedang mengerubungi lapak. "Alah, biasa bagaimana? Wong belanjanya komplit dan mahal begini," cetus Bu Karin dengan kerlingan mata yang menyindir. "Pasti rasanya bahagia sekali ya, bisa kerja jadi pengasuh di rumah duda tam
最後更新 : 2026-08-08 閱讀更多