"Tidak semua Ibu seperti itu, Sean..." Alina berlutut semakin rendah, menyamakan tingginya dengan Sean. Tangan lembutnya mengusap pipi ramah bocah kecil itu dengan begitu penuh kasih sayang. "Tante meminta maaf ya, kalau kehadiran Ibu tadi pagi membuat Sean takut," lanjut Alina dengan suara yang sangat lembut, menatap lekat iris mata polos di hadapannya. Sean mengedipkan matanya beberapa kali, lalu mengunyah roti di mulutnya sampai habis sebelum kembali bersuara. "Sean tidak takut, Tante. Tapi... Sean cuma berpikir, untung saja Sean tidak punya Ibu." Alina dan Andri seketika tertegun mendengarnya. "Kenapa Sean bicara begitu, Sayang?" tanya Alina prihatin. "Kata teman-teman Sean di kelas, Ibu mereka itu suka mengomel dan memarahi mereka kalau tidak mau belajar atau salah pakai kaus kaki," celoteh Sean dengan polosnya, menyedot susu kotaknya sampai terdengar bunyi berisik di dasarnya. "Jadi Sean pikir, lebih baik tidak punya Ibu daripada punya Ibu yang galak." Alina menghela napa
آخر تحديث : 2026-08-17 اقرأ المزيد