"T-Tuan! Jangan di sini, ini parkiran sekolah Sean!" bisik Alina panik, suaranya bergetar seraya berusaha mendorong dada bidang Reynard yang sudah terkunci di depannya di dalam mobil. "Sstt... Diamlah sedikit, Alina," kekeh Reynard pelan, pandangan matanya meredup dipenuhi pendar gairah yang teramat pekat. Pria tegap itu sama sekali tidak bergeming dari posisinya, mengabaikan fakta bahwa kendaraan mereka terparkir di area sekolah anak-anak. "Tuan, tolong jangan nekat! Kalau ada orang tua murid atau guru yang lewat dan melihat kita dari luar, bagaimana?!" cerceh Alina dengan napas memburu, meremas kemeja bahannya demi menahan tubuh Reynard agar tidak makin menghimpitnya. "Kaca mobil ini sangat gelap dari luar, sayang. Tidak ada yang bisa melihat ke dalam," sahut Reynard santai, mengusap lembut beludru pipi Alina yang memerah panas. "Aku cuma minta satu kecupan. Setelah itu kita langsung pergi." Alina memutar bola matanya pasrah, tahu betul kalau pria kepala batu ini tidak akan m
Last Updated : 2026-09-15 Read more