"Untuk apa Ibu marah, Alina?" sahut Nyonya Ella lembut, suara merdu wanita paruh baya itu memecah kecanggungan yang sempat membeku di antara mereka. Nyonya Ella meletakkan mangkuk bubur di atas meja kecil, lalu meraih jemari Alina yang gemetaran di atas selimut. Ia mengusapnya dengan kehangatan seorang ibu yang tulus. "Jujur saja, Ibu tidak pernah mempermasalahkan dengan siapa Reynard dekat atau berpacaran. Mau dia anak konglomerat, wanita karir, atau wanita biasa seperti dirimu, Ibu tidak peduli," tutur Nyonya Ella dengan pendar mata yang teramat jujur. "Yang Ibu inginkan cuma satu, Alina... Ibu cuma ingin Reynard bahagia dan bisa melupakan masa lalunya yang begitu kelam." Mendengar penuturan tulus itu, ada desir hangat yang membuncah di dalam dada Alina. Namun, di saat yang sama, rasa penasaran yang selama ini terkunci rapat di relung hatinya mendadak menyeruak naik. Tentang masa lalu Reynard... tentang bagaimana sebenarnya hubungan pria itu dengan mantan istrinya. Selama bekerj
Última actualización : 2026-09-09 Leer más