"Tidak ada apa-apa, Reynard. Ibu cuma terharu," sahut Nyonya Ella buru-buru, menyapu sisa air mata di pipinya menggunakan tisu yang diberikan Sean. Reynard tidak langsung percaya. Pria tegap itu meletakkan keranjang buah di atas meja samping ranjang, lalu menyilangkan kedua tangannya di dada. Manik matanya menatap sang ibu dan Alina bergantian dengan pendar kecurigaan yang amat tajam. "Ibu jangan bohong. Orang hidung Ibu sampai merah begitu," ketus Reynard, suara beratnya dipenuhi selidik. Ia mengalihkan pandangannya pada Alina. "Alina... jujur padaku, apa yang Ibu katakan padamu saat aku pergi?" Alina tersenyum kaku, berusaha bersikap tenang walau dadanya masih berdebar akibat kisah masa lalu yang baru diterimanya. "Tidak ada apa-apa, Tuan... Nyonya Ella cuma... cuma menceritakan betapa bersyukurnya beliau karena Sean selamat." Reynard memicingkan mata. Ia tahu betul gestur kekasihnya jika sedang menutup-nutupi sesuatu. Merasa tak puas dengan jawaban dua wanita di hadapannya, pr
Last Updated : 2026-09-10 Read more