Kilau lampu LED showroom memantul dingin di atas permukaan lantai, menciptakan kontras yang tajam dengan suasana kaku di sudut ruangan tersebut. Di hadapan Jaka, berdiri seorang wanita muda. Tidak ada polesan riasan tebal, lipstik mencolok, atau bedak yang berusaha menutupi tekstur kulit aslinya. Wajah Linda bersih, membingkai sepasang mata yang menyiratkan rasa sungkan mendalam, sebuah kesederhanaan langka di tengah lautan manusia-manusia berpenampilan artifisial di tempat ini.Bahu wanita itu sedikit menurun, jari-jarinya bertaut erat di depan perut. "Namaku Linda... maafkan kelakuan rekan kerjaku tadi, Tuan," ucapnya. Suaranya pelan, nyaris tenggelam oleh dengung samar pendingin ruangan.Meski baru saja direndahkan seperti budak oleh sales pria di seberang ruangan sana, Linda masih merendahkan hatinya untuk menutupi kesalahan orang yang telah mencacinya.Mendengar permintaan maaf itu, rahang Dina mengeras. Gadis di sebelah Jaka itu sudah menarik napas tajam, bersiap menumpahkan m
Zuletzt aktualisiert : 2026-07-25 Mehr lesen