Suasana di dalam ruangan rapat ber-AC itu terasa sangat dingin dan kaku. Di satu sisi meja kayu, Jaka, Andini, dan Dinda duduk berdampingan. Di seberang mereka, Tom dan Hendric menatap dengan percaya diri.Tom, pria berambut pirang dengan setelan jas rapi, menyunggingkan senyum tipis. "Nona Andini bahkan lebih cantik saat dilihat dari dekat," katanya, tersenyum tipis penuh pesona.Andini bergeming di kursinya, bahkan tidak tergerak sedikit pun oleh pujian yang terdengar tulus itu. Dia menatap Tom dingin. "Tidak perlu basa-basi, langsung saja katakan maksud kalian."Tom terkekeh. "Kalau Nona Andini bilang begitu, kami tidak membuang waktu. Langsung saja, kami menginginkan seribu botol cairan spiritual dari kalian."Andini tertegun sekilas. Padahal dirinya sudah menyiapkan diri, tetapi masih kaget mendengar permintaan tidak masuk akal dari pria asing di depannya."Seribu terlalu banyak," sela Hendric, "Seratus botol saja," lanjutnya santai.Tom mengangguk setuju. "Masuk akal. Kalau begi
Dernière mise à jour : 2026-10-03 Read More