Suara langkah kaki yang bersahutan di atas lantai marmer memecah kesunyian koridor kamar utama. Sinar matahari sore yang meredup menerobos masuk lewat jendela kaca berdebu, membiaskan bayangan tiga orang yang berdiri di tengah ruangan hangat itu. Dina melangkah menuju tengah kamar, mengusap debu tipis di bingkai jendela. "Dulu kamar Papa dan Mama itu hangat sekali, Dam. Tempat tidurnya dari kayu jati ukir, persis di sebelah lemari ini." Adam mengangguk pelan, mengeluarkan meterai ukur dari saku kemeja denimnya. "Aku masih ingat, Din. Pencahayaannya juga bagus karena langsung menghadap ke taman samping." Belum sempat Adam membentangkan meterai ukurnya, langkah kaki yang tegap mendekat dari arah belakang. Raka melangkah tanpa ragu, merapat ke belakang tubuh Dina. Tanpa sepatah kata pun, lengan kekar Raka melingkar sempurna di pinggang Dina, menarik tubuh wanita itu hingga menempel rapat di dadanya. Dina terperanjat, napasnya tertahan sejenak. "Raka... kamu kenapa?" Raka menyand
Last Updated : 2026-08-07 Read more