"Siapa saja nama manajer yang menandatangani laporan pengeluaran fiktif bulan lalu?"Dina menghempaskan bundelan berkas tebal di atas meja kerja kayu mahoni yang dulu milik almarhum ayahnya. Matanya menatap tajam ke arah Maya dan Rian yang berdiri kaku di hadapannya.Maya menelan ludahnya yang terasa kering. "Ada lima orang, Bu Dina. Manajer Keuangan, Kepala Logistik, Manajer SDM, dan dua supervisor operasional yang biasa jalan bareng Bu Siska.""Pecat mereka semua hari ini," sahut Dina tanpa ragu. Suaranya tenang, namun dingin dan tak terbantahkan.Rian melangkah maju setengah langkah dengan raut cemas. "Bu Dina... kalau lima manajer itu dipecat bersamaan dengan Bu Siska, operasional lima divisi utama kita bisa lumpuh total. Minggu ini ada pengiriman barang besar.""Lebih baik operasional lambat beberapa hari daripada biarkan benalu menggerogoti perusahaan dari dalam, Rian," tegas Dina. Ia meraih pulpen berujung emas, lalu membubuhkan tanda tangan di atas surat pemutusan hubungan ker
Last Updated : 2026-08-01 Read more