"Milik kamu?"Suara Dina tertahan di kerongkongan. Hembusan napas Raka yang hangat menyapu pipinya, membuat seluruh persendian wanita itu melorot kaku. Dadanya berdebar begitu kencang hingga ia yakin Raka bisa mendengar detaknya yang liar."Iya, Dina," bisik Raka rapat, tak memberikan ruang sedikit pun bagi Dina untuk bergerak. "Kamu istri saya. Surat nikah kita sah di mata hukum dan negara, bukan cuma selembar kertas mainan.""Tapi... tapi di perjanjian kontrak awal—""Lupakan kontrak konyol itu," potong Raka tegas, matanya mengunci manik mata Dina tanpa ampun. "Perjanjian itu saya buat waktu saya pikir hubungan kita cuma sebatas aliansi bisnis untuk membalas dendam pada Fikri."Dina menelan ludah kasar, tangannya yang gemetar tertahan di dada kemeja Raka. "Lalu sekarang? Dendam kita sudah selesai, Raka! Fikri sudah membusuk di penjara!""Justru karena perang itu sudah selesai, Dina!" Raka memajukan wajahnya setengah senti lagi, hingga ujung hidung mereka hampir bersentuhan. "Perang
Last Updated : 2026-08-09 Read more