“Kamu jangan sembarangan, ya! Kenapa aku harus kecewa?” protes Elena, panik. Julian terkekeh mendengarnya. “Aku pikir kamu kecewa karena aku sudah memakai baju. Tapi, kalau kamu ingin aku membukanya, aku tidak keberatan,” canda pria itu. “Sudahlah, jangan macam-macam!” Julian menyunggingkan senyum tipis yang sangat manis. Ia menyangga kepalanya dengan satu tangan, menatap Elena yang berbaring menyamping dengan ponsel disangga di atas bantal. "Kenapa menatapku seperti itu?" tanya gadis itu lirih, membenarkan letak selimutnya. "Hanya ingin melihatmu," sahut Julian jujur. "Kenapa? Tidak boleh?" "Bukan tidak boleh. Tapi kamu aneh sekali malam ini," sahut gadis itu ragu. "Tingkahmu benar-benar seperti remaja yang baru pertama kali pacaran." Julian terkekeh pelan dari seberang sana. Suara tawanya terdengar sangat rendah dan menenangkan di sunyinya malam. "Mungkin memang iya," aku pria itu tanpa malu sedikit pun. "Dulu aku tidak pernah merasakan hal-hal konyol seperti ini.
최신 업데이트 : 2026-08-22 더 보기