"Rangga... apa... apa yang kau lakukan?" Rangga tidak menjawab. Ia terus menjilatinya, naik ke pergelangan kaki, ke betis yang kencang, lutut, dan paha dalam Clarissa yang sudah menggeliat karena gairah. Ia menggigit pelan di paha Clarissa, membuat wanita itu menjerit kecil sebelum melanjutkan perjalanannya ke atas. Ia melewatkan selangkangan Clarissa yang sudah basah. Sebaliknya, ia melanjutkan ke atas perut Clarissa, menjilati setiap inci kulitnya, membuat Clarissa merintih karena frustrasi dan kenikmatan. Ia menghentikan sejenak di pusarnya, menjilatinya dengan gerakan memutar yang membuat Clarissa menggeliat kecil. "Jangan... jangan di situ...," desahnya, namun Rangga mengabaikannya, terus menjelajahi perut Clarissa dengan penuh hasrat. Ia naik lebih tinggi lagi, lidahnya bermain-main di antara payudara Clarissa yang kencang, menggoda namun tidak menyentuh puting yang sudah sangat meminta untuk disentuh. "Aku akan menjilatimu, Clarissa. Dari ujung kaki sampai ujun
Read more