Riffat menemukan Tia berdiri di pinggir jalan dengan pandangan kosong.Hujan rintik-rintik mulai turun. Beberapa menit kemudian, gerimis itu berubah menjadi hujan deras. Namun, Tia tidak bergerak sedikit pun.Ia berdiri bagai patung, membiarkan rambut, pakaian, dan seluruh tubuhnya basah kuyup.Orang-orang yang berlalu-lalang menoleh heran. Sebagian mulai membuka payung, mengenakan mantel hujan, atau berlari mencari tempat berteduh.Sementara Tia seolah tidak merasakan apa pun. Ia tetap berdiri di tempatnya, tenggelam dalam pikirannya sendiri.Untuk pertama kalinya, Riffat melihat Tia dari sudut pandang yang berbeda.Bukan lagi dengan mata yang dibutakan oleh dendam. Melainkan dengan kesadaran bahwa selama ini Tia selalu menjadi orang yang ditumbalkan.Kini, setelah mengetahui kebenarannya, Riffat bisa melihat semuanya dengan lebih jernih.Ia menghela napas panjang."Tia..." panggilnya pelan.Tia tidak menjawab. Pandangannya tetap lurus ke depan.Riffat melangkah mendekat, lalu melepa
Última actualización : 2026-09-05 Leer más