Share

66. Terbuang!

Author: Suzy Wiryanty
last update publish date: 2026-09-01 22:13:22

Tia terkesiap. Kalau ayahnya mandul lalu dirinya dan Rima anak siapa?

Ia menatap Dokter Agnes dengan napas tertahan.

Dokter Agnes melanjutkan.

"Astri mengatakan ingin mengadopsi seorang bayi. Namun, ia tidak ingin siapa pun tahu bahwa bayi itu bukan anak kandungnya dan Amin."

"Dia ingin keluarga besar Rahmadsyah percaya bahwa dia benar-benar hamil dan melahirkan."

Tia membeku.

"Karena itu, dia menggunakan bantal hamil yang bentuknya disesuaikan setiap bulan agar perutnya terlihat seperti ibu ha
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (12)
goodnovel comment avatar
Larose
tuhkan benar Rini itu Nila ibunya Azzam,tp keknya Rini menikah dgn duda karena Azzam seumuran dengan Tia atau Azzam hanya anak angkat noh Riffat kamu salah faham kan sm Tia,jgn direstuin ya pak Khalid karena selain Riffat selalu mengganggu Tia,Riffat jg sempat menuduh kalian berdua macam macam ...
goodnovel comment avatar
Princessa
lhaiki.... Azzam maksute......oiyo.... seumur an Yo...... berati Dudu sodara no.....
goodnovel comment avatar
Princessa
lha.....tenan ik....Rini sodaraan sama si....siapa temen sekelas e iku..... jangan dibuat Tia ketabrak trus amnesia Yo.........
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • UNTAMED (Tak Tertaklukkan)   68. Sepakat Menyakiti Diri Sendiri.

    Bu Astri menatap plafon dengan pandangan menerawang. Berusaha mengumpulkan keberanian untuk membuka kembali luka yang selama ini ia simpan."Terserah kalau kamu menganggap ini sebagai pembelaan Ibu."Bu Astri kembali menatap Tia."Tapi sebelum terlambat, Ibu ingin mengakui semua dosa-dosa Ibu."Tia diam saja."Dulu Ibu sangat mencintai ayahmu. Begitu juga sebaliknya. Tapi keluarga ayahmu tidak menyukai Ibu karena Ibu orang miskin."Bu Astri tersenyum kecut mengenang masa lalu."Setelah hampir lima tahun menikah, Ibu tidak kunjung hamil. Keluarga ayahmu mulai menyindir Ibu mandul dan meminta ayahmu menikah lagi."Ia berhenti sejenak."Setelah menjalani pemeriksaan, ternyata ayahmulah yang mandul. Ayahmu depresi. Karena itulah Ibu nekat pura-pura hamil. Ibu ingin menjaga harga diri ayahmu."Tia mengangguk kecil."Kamu sudah tahu sisa ceritanya, kan?""Kalau memang begitu tujuannya..." Tia menatap ibunya tajam. "Kenapa Ibu sampai selingkuh dengan Paklik dan melahirkan Rima?""Ibu tidak p

  • UNTAMED (Tak Tertaklukkan)   67. Rahasia Hati.

    Riffat menemukan Tia berdiri di pinggir jalan dengan pandangan kosong.Hujan rintik-rintik mulai turun. Beberapa menit kemudian, gerimis itu berubah menjadi hujan deras. Namun, Tia tidak bergerak sedikit pun.Ia berdiri bagai patung, membiarkan rambut, pakaian, dan seluruh tubuhnya basah kuyup.Orang-orang yang berlalu-lalang menoleh heran. Sebagian mulai membuka payung, mengenakan mantel hujan, atau berlari mencari tempat berteduh.Sementara Tia seolah tidak merasakan apa pun. Ia tetap berdiri di tempatnya, tenggelam dalam pikirannya sendiri.Untuk pertama kalinya, Riffat melihat Tia dari sudut pandang yang berbeda.Bukan lagi dengan mata yang dibutakan oleh dendam. Melainkan dengan kesadaran bahwa selama ini Tia selalu menjadi orang yang ditumbalkan.Kini, setelah mengetahui kebenarannya, Riffat bisa melihat semuanya dengan lebih jernih.Ia menghela napas panjang."Tia..." panggilnya pelan.Tia tidak menjawab. Pandangannya tetap lurus ke depan.Riffat melangkah mendekat, lalu melepa

  • UNTAMED (Tak Tertaklukkan)   66. Terbuang!

    Tia terkesiap. Kalau ayahnya mandul lalu dirinya dan Rima anak siapa?Ia menatap Dokter Agnes dengan napas tertahan.Dokter Agnes melanjutkan."Astri mengatakan ingin mengadopsi seorang bayi. Namun, ia tidak ingin siapa pun tahu bahwa bayi itu bukan anak kandungnya dan Amin.""Dia ingin keluarga besar Rahmadsyah percaya bahwa dia benar-benar hamil dan melahirkan."Tia membeku."Karena itu, dia menggunakan bantal hamil yang bentuknya disesuaikan setiap bulan agar perutnya terlihat seperti ibu hamil pada umumnya."Dokter Agnes berhenti sejenak."Setelah bayi yang akan diadopsinya ditemukan, dia akan berpura-pura melahirkan."Bu Astri menundukkan kepala."Pada awalnya semuanya berjalan sesuai rencana," lanjut Dokter Agnes. "Saya kebetulan memiliki seorang pasien yang masih sangat muda. Dia hamil di luar nikah.""Dia ingin memberikan bayinya kepada orang lain agar bisa melanjutkan pendidikannya. Saya pun berencana memberikannya pada Astri."Tia menelan ludah."Lalu apa yang terjadi?" tany

  • UNTAMED (Tak Tertaklukkan)   65. Menyibak Takbir.

    "Akhirnya nasi uduknya habis semua ya, Ti," kata Bu Teti. Tangannya dengan cekatan membawa wadah-wadah yang kosong ke belakang."Iya, alhamdulillah," jawab Tia sambil membungkus nasi uduk terakhir."Udah, tinggalin aja semua peralatan dapur yang kotor. Nanti ibu yang membereskan," seru Bu Teti dari belakang."Sebaiknya kamu mandi dan bersiap-siap ke pasar. Hari ini kamu terakhir libur kan?"Tia mengangguk. Ia lalu masuk ke rumah dan mandi.Selama membersihkan diri, pikirannya terus melayang. Membayangkan pertemuan semalam antara Pak Khalid dengan ibunya. Sampai pagi ini, ibunya juga belum menelepon. Begitu juga dengan Paklik Usman. Ponsel mereka semua tidak ada yang aktif. Ia tidak mendapat kabar apa pun.Baru saja mengenakan pakaian, ia mendengar suara-suara dari depan. Pasti para pelanggan yang ingin membeli nasi uduk dan Bu Teti mengatakan sudah habis.Tapi ada yang aneh. Ada suara seperti roda yang diseret. Baru saja ingin memeriksa keadaan di luar, seseorang memanggil namanya den

  • UNTAMED (Tak Tertaklukkan)   64. Tebak-Tebak Buah Manggis.

    Mereka masih sibuk memasak saat terdengar suara beberapa orang berbicara di luar rumah.Tak lama kemudian terdengar suara ketukan palu.Tia yang sedang mencicipi rendang berhenti sejenak."Si Mang Karta mungkin udah datang ya, Ti?" kata Clara.Tia mengangguk."Iya. Biarin aja. Paling mereka sedang memperbaiki pintu."Ia kembali melanjutkan pekerjaannya.Namun beberapa detik kemudian, sebuah suara laki-laki terdengar dari luar.Entah mengapa suara itu terasa begitu familiar.Tangan Tia berhenti bergerak. Ia mengernyitkan dahi. Suara itu seperti... tidak mungkin. Tia membantah pikirannya sendiri.Namun rasa penasaran membuatnya berjalan perlahan menuju ruang tamu. Ia mengintip perlahan.Matanya langsung membelalak."Ngapain dia di sini?" desis Tia geram.Clara dan Desy yang penasaran ikut mendekat."Kenapa, Ti?" bisik Clara.Tia tidak menjawab. Tatapannya terpaku pada ambang pintu. Tampak seorang pria sedang memasang kembali daun pintunya dengan cekatan. Saat Tia memperhatikan lebih de

  • UNTAMED (Tak Tertaklukkan)   63. Rahasia Lain.

    Ruang tamu terasa mencekam. Saat ini hanya ada tiga orang yang duduk di sana. Paklik Usman, Alex dan Tia. Dua orang anak buah Alex berjaga di luar rumah. Sementara Clara dan Desy memilih bersembunyi di dapur, diam-diam menguping percakapan mereka.Paklik Usman duduk dengan wajah tegang."Saya benar-benar tidak tahu di mana Mbak Astri pergi, Pak! Sumpah!" bantahnya keras. Alex tidak langsung menjawab.Ia hanya menatap Paklik Usman beberapa detik, kemudian mengeluarkan ponsel dari saku."Kalau begitu, mungkin rekaman ini bisa membantu Anda mengingat."Alex memutar sebuah rekaman CCTV. Memperlihatkan depan gang di mana terlihat Paklik Usman memarkir kendaraan lalu berjalan tergesa masuk ke dalam gang. Tak lama tampak Paklik Usman kembali sambil membawa dua buah koper dan memasukkannya ke dalam bagasi. Lalu menyusul sebuah tas travelling besar dan yang lainnya. Di belakangnya berjalan tergesa ibunya dan Rima. Mereka bertiga kemudian masuk ke dalam mobil dan berlalu. Rekaman pun berhent

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status