Tia termangu. Kalau ibunya masih mampu memberikan nasihat seperti itu kepada Rima, bukankah berarti pikiran ibunya sudah mulai membaik?Setidaknya masih ada bagian dari dirinya yang mampu berpikir dengan logika.Tia lalu berjongkok di hadapan Rima."Nasihat Ibu sebenarnya tidak salah."Wajah Rima terangkat."Tapi tidak perlu berlebihan. Lagi pula kamu masih kecil."Tia mengusap rambut adiknya."Tugas kamu itu sekolah dan bermain. Tidak perlu mencuci piring, menyapu, atau mengepel di rumah ini. Karena sudah ada orang yang bertugas mengerjakannya.""Betul, Non," imbuh Bik Surti. "Bibiklah yang bertugas mengurusnya," kata Bik Surti seraya mengambil tongkat kain pel dari tangan Rima."Tapi Rima mau membantu."Tia tersenyum lembut."Dengan selalu bersikap baik, kamu sudah membantu, Dek."Tia menjawil gemas pipi gembul Rima."Selama kamu tidak membuat rumah berantakan, tidak menyusahkan orang lain, dan menghargai orang-orang di rumah ini, itu sudah cukup."Rima masih terlihat ragu."Pak Kh
Terakhir Diperbarui : 2026-09-26 Baca selengkapnya