Seharian kami habiskan dengan berbincang di kafe, berjalan-jalan menyusuri beberapa toko pakaian, dan berkunjung ke restoran yang sering di kunjungi Friska.Matahari sore sudah mulai memerah di ufuk barat saat Friska mengantarku pulang, mobil putihnya berhenti tepat di depan gerbang besar mansion.“Makasih ya, hari ini seru banget,” kataku senang, melepas sabuk pengaman dan bersiap membuka pintu mobil.“Sama-sama, Kak. Aku juga senang bisa main sama Kak Mia hari ini,” jawab Friska, tersenyum menatapku sambil melambaikan tangan tanda berpamitan.“Eh, mampir dulu, yuk. Kebetulan kemarin aku baru beli wine yang enak banget, kita minum dulu satu-dua gelas sebelum kamu pulang,” ajakku tiba-tiba, mengurungkan diri keluar dari mobil cepat-cepat.Friska melirik jam di dashboard, tangannya memegang setir mobil. “Duh, aku nggak enak, Kak. Lagian udah kesorean juga.”“Ayolah dokter Friska! Cuma sebentar, kok. Suamiku lagi nggak ada di rumah nih, nanti malam baru pulang. Aku nggak ada teman minum
Last Updated : 2026-08-29 Read more