Perkataan Bara membuatku sedikit bingung. “Maksud kamu?”Bara mulai menjelaskan idenya, suaranya yang bersemangat membuatku mendengarkan setiap detailnya tanpa mau melewatkan sedikit pun. Penjelasan itu terus mengalir dan semakin lama Bara bicara, mataku semakin membulat karena berbagai ide mulai bermunculan di kepalaku.“Bara,” ucapku sambil tersenyum lebar. “Aku rasa… Aku udah punya gambaran rencana yang lebih baik setelah mendengar saran dari kamu.”“Oh ya? baguslah kalau gitu.” Bara terdengar senang.“Iya, hanya tinggal satu hal lagi,” kataku sengaja menggantung kalimat.“Apa itu?” tanya Bara penasaran.“Kayaknya aku butuh satu alat buat menunjang rencana ini biar berhasil. Kamu bisa bantu aku?”“Tentu, bilang aja apa yang kamu butuhin, Mia,” balas Bara, aku langsung menyebut nama barang itu yang membuat dia terkekeh pelan.“Oke, itu bukan permintaan yang sulit.” Aku menghela napas lega mendengarnya.“Makasih banyak, Bara,” ucapku tulus.“Anytime, Mia. Semoga rencana kamu berhasil
Last Updated : 2026-08-19 Read more