Setelah hari itu, Seno berubah menjadi sosok yang sepenuhnya berbeda.Banyak hal-hal kecil yang mulai dia lakukan. Ciuman saat bangun tidur, sarapan hangat sambil berbincang, kegiatan yang hampir tidak pernah kami lakukan karena dia selalu fokus pada ponselnya.“Tidur kamu nyenyak?” tanyanya suatu pagi sambil mengusap rambutku.“Lumayan, Mas.” Aku menjawab ragu, masih belum terbiasa dengan sikapnya yang tiba-tiba lembut itu.“Baguslah.” Dia tersenyum. “Yuk turun, kita sarapan dulu.”Baju baru dan hiasan rambut lucu juga selalu berdatangan setiap hari memenuhi isi lemari.“Ini buat kamu,” katanya sambil menyerahkan paper bag berhias pita. “Aku liat tadi pas nemenin Ibu belanja, kayaknya cocok sama kamu.”Aku bergantian menatap antara kotak itu dan Seno.“Mas nggak perlu repot-repot beliin aku barang-barang ini,” ucapku canggung.“Aku mau kok.” Dia duduk di sampingku. “Aku kan suami kamu, wajar lah kasih hadiah sesekali.”Seno nampak bangga sekali dengan hal kecil yang berikannya, sedan
Terakhir Diperbarui : 2026-06-22 Baca selengkapnya