Jemari Xander terangkat, mengusap lembut sisa saliva di sudut bibir istrinya. Tak membiarkan jarak bertahan lama, dia kembali mendekat, menggantikan sentuhan jemari itu dengan lumatan hangat bibirnya.Ciuman itu awalnya terasa begitu lembut, seolah Xander ingin mencecap setiap sudut bibir Jenny tanpa ada yang terlewat. Tangan kekarnya bergerak perlahan, menanggalkan jaket kulit yang masih melekat di tubuh Jenny, lalu membiarkannya terjatuh begitu saja ke lantai.Kecupan manis itu perlahan berubah intensitasnya. Lumatan Xander bergerak semakin dalam dan menuntut, menyiratkan gejolak kerinduan yang selama ini tertahan rapat di dadanya. Jemarinya merayap naik, mengusap leher jenjang istrinya, lalu turun menyusuri kulit bahu Jenny jengkal demi jengkal hingga tali dress wanita itu merosot turun.Tanpa memutuska
Last Updated : 2026-07-18 Read more