“Kak Meta...”Jenny refleks melompat turun dari atas meja kerja dengan gerakan sangat cepat. Dia menelan ludah dengan susah payah, lalu berjalan mendekati Meta yang berdiri mematung di ambang pintu.Xander memutar tubuhnya, menatap lurus dengan sorot mata dingin namun tetap tenang. Pria itu memasukkan kedua tangannya ke dalam saku celana, sempat melirik Jenny yang tampak begitu panik.Dengan langkah lebar dan tenang, Xander maju mendekati pintu, menutupnya rapat-rapat tanpa menyiratkan gurat kepanikan sedikit pun di wajahnya.“Meta, silakan duduk,” ucap Xander menginstruksikan. Pria itu menggenggam jemari istrinya yang terasa sangat dingin, menuntunnya menuju sofa.Jenny sempat menahan lengan suaminya, menggeleng pelan dengan mata penuh permohonan. “Xander, kita harus gimana?” bisiknya lirih di telinga sang suami.“Biar aku yang beresin. Percaya sama aku, semuanya akan baik-baik aja,” bisik Xander lembut sembari mengusap punggung tangan Jenny.Jenny hanya tertunduk pasrah. Dia benar-be
Last Updated : 2026-07-26 Read more