“Sandra, nanti aku kabarin lagi, ya.”Sandra menatap Jenny sambil menyipitkan matanya curiga. Tidak biasanya Jenny menolak atau menunda permintaannya seperti ini, mengingat selama bertahun-tahun berkarier, mereka selalu berada di satu kamar yang sama setiap ada kerjaan di luar kota.“Kamu kenapa sih, Jen? Kok akhir-akhir ini agak aneh? Kamu kayak lagi menghindari aku,” selidik Sandra, melipat kedua tangannya di dada.“Enggak gitu, San.” Jenny menggeleng pelan, berusaha sekuat tenaga meyakinkan sahabatnya. “Aku enggak mungkin menghindari kamu, kok.”Jenny berkedip cepat. Di dalam hati, dia sudah panik dan bingung setengah mati.Sandra terdiam beberapa saat, tatapannya menatap lekat ke manik mata Jenny. Sebagai orang yang sudah bertahun-tahun bersama, dia tahu betul Jenny sedang menyembunyikan sesuatu. Gelagat wajah panik itu tidak bisa membohonginya.“Oke deh. Pokoknya kita sekamar. Nanti Vero biar tidur sama asistenku, aku yang atur semua. Kamu terima beres aja,” putus Sandra final.Mo
Last Updated : 2026-07-15 Read more