"Kenapa masak segala? Kan ada Bibi, biar saja Bibi yang masak, Sayang. Kamu kan lagi hamil," ucap Arga saat melihat sang istri yang berjalan seraya membawa sepiring ayam bumbu kecap dari arah dapur ke meja makan. "Gak pa-pa, Mas, mumpung kamu ada di rumah. Biasanya kan jam segini kamu masih di restoran. Atau, kamu di luar kota," jawab Nabila. "Makasih, Sayang," jawab Arga, ia lalu duduk di kursi dan siap menyantap ayam bumbu kecap yang Nabila masak. "Ayah?" panggil gadis berusia 8 tahun, dia berlari ke arah kursi dimana Arga terduduk. Arga sontak menoleh, kemudian tersenyum. "Iya, Sayang?" "Lihat, tadi Kakak menggambar, terus dapat nilai sembilan. Nilai Kakak paling tinggi loh, Yah." "Wahh ... Iya?" sahut Arga dengan raut wajah yang terlihat antusias.Dengan berbangga diri, Aisyah mengangguk. "Ini baru anak Ayah. Kalau begitu, nanti Ayah kasih hadiah, Aisyah mau apa?" Wajah Aisyah sontak semakin antusias. "Jalan-jalan ke Dufan. Aisyah mau ke Dufan. Soalnya, kemarin Keisya kasi
Last Updated : 2026-06-27 Read more