Shaluna menggeleng cepat. Ia masih terlalu syok untuk mengeluarkan suara, terlebih saat menyadari posisi mereka yang teramat dekat di dalam satu bathtub. Pakaian kantornya kini basah kuyup, menempel ketat di kulit, memicu rasa canggung yang semakin memuncak.Melihat Shaluna yang hanya terdiam dengan bibir sedikit gemetar, Keiran mengembuskan napas pendek. Pria itu bergerak mundur sedikit untuk memberi Shaluna ruang bernapas, lalu mengulurkan tangan ke atas wastafel untuk meraih handuk putih yang bersih dan tebal.Tanpa banyak bicara, Keiran menyampirkan handuk itu ke atas kepala Shaluna, lalu menggosok rambut wanita itu dengan gerakan yang pelan."Keluar dari air sekarang. Pakaianmu basah semua, nanti bisa sakit," ujar Keiran, suaranya kembali datar dan tenang.Namun, ada nada tegas yang protektif di dalamnya.Keiran melangkah keluar dari bathtub lebih dulu. Air menetes dari celana panjangnya yang kini basah setengah.Pria itu mengabaikan penampilannya sendiri. Ia berbalik, mengu
Terakhir Diperbarui : 2026-06-30 Baca selengkapnya