Brina memekik saat Rafli membalik tubuhnya, mendorong hingga dadanya membentur dinding dan mengunci dua tangannya ke atas atas kepala. Tangan besar pria itu meremas bulatan pinggul Brina, sementara bibirnya terus mengecupi tengkuk, ketiak, hingga punggung wanita itu. Samar tapi perlahan, Rafli menurunkan resleting gaun Brina, hingga balutan kain sutra itu meluruh menyisakan sticky bra yang cuma menempel di dadanya yang padat, dan g-string yang sama sekali tidak menutup bokongnya. “Sial, kamu benar-benar sengaja menggodaku, Bri.” Ujung lidah Rafli menyapu garis punggung Brina, hingga ke bagian pinggul. Pria itu bahkan berlutut, mencium seraya meremas bokong sintal itu. Brina tersenyum senang melihat dirinya diinginkan. Terlebih oleh pria seperkasa asisten Wima. Tubuhnya yang lentur berbalik. Membiarkan Rafli berlutut, kakinya terangkat dan dia letakkan ke bahu Rafli. Pria itu tidak melewatkan kesempatan menciumi kaki jenjang Brina yang mulus tanpa cela. Dari pergelangan kaki, naik
Última actualización : 2026-09-07 Leer más