“Jeevi!” Teriakan itu tidak hanya membuat Jeevi menoleh, tapi juga menyita perhatian pasien lain yang sedang menikmati keindahan pagi taman rumah sakit. Brina menubruk sebuah kursi roda yang terparkir di taman, dan memeluk dari belakang. “Sumpah, sumpah, kenapa nggak ada yang ngasih tau gue! Kenapa lo nggak cerita ke gue?! Kenapa lo giniin gue?! Lo anggap gue apa? Hadiah kinderjoy?!” protesnya seraya mewek. Tahu cerita Jeevi diculik, membuatnya menggila. Lalu ketika dapat kabar Jeevi sudah kembali ke Jakarta tapi harus mendapat perawatan di rumah sakit, tanpa pikir panjang dia langsung mengambil cuti dan pagi-pagi sekali sudah menyambangi rumah sakit tempat Jeevi dirawat. Jeevi menutup muka melihat tingkah sahabatnya itu. Serius malu, karena hampir semua mata menatap ke arah Brina. “Gue kesel banget, nggak Rafli, nggak lo, semua sama aja. Gue kayak orang bego. Sejak nikah, lo lupain gue, mending waktu itu lo nggak usah nikah aja. Daripada akhirnya lo giniin gue!” Heh! Sembar
Last Updated : 2026-11-04 Read more