Suara pintu kamar yang terbuka membuat kami bertiga menoleh hampir bersamaan.Mas Aldo keluar dengan rambut masih sedikit berantakan. Wajahnya tampak jauh lebih segar dibanding semalam, meski masih menyisakan garis-garis lelah di bawah matanya.Begitu melihat ibunya, senyum tipis langsung terukir di wajahnya."Ibu... sudah sampai?"Beliau segera berdiri."Baru saja."Mas Aldo menghampiri, lalu mencium tangan ibunya dengan penuh hormat. Ibu mengusap pelan kepalanya, seolah seluruh kata-kata tajam yang baru saja diucapkannya beberapa menit lalu tidak pernah terjadi."Capek, Do?""Lumayan, Bu."Aku hanya memandang mereka dalam diam.Baru beberapa menit lalu, nada bicara ibu begitu dingin saat menanyai pekerjaanku, penghasilanku, bahkan kemampuanku mengurus rumah tangga. Namun sekarang, suaranya terdengar begitu lembut, penuh perhatian.Perubahan itu begitu cepat hingga membuat dadaku terasa semakin sesak.Setelah itu Mas Aldo berjongkok di depan Alka."Anak Ayah kangen, ya?"Alka langsun
Last Updated : 2026-07-28 Read more