Share

BAB 101 WANGI SURGAWI

last update Petsa ng paglalathala: 2026-08-06 09:30:37
"Hani?!" Aku spontan mendorong tubuh Axel kuat-kuat hingga ia terdorong ke belakang dan terjungkal.

"Agh!" pekik Axel sembari meringis memegangi bokongnya.

Aku langsung berlutut lincah, menyibak sedikit celah pintu tenda untuk mengintip ke luar. Dan... benar saja! Hani sudah berdiri mematung tepat di depan tenda dom, mengawasi sepasang sepatu laki-laki milik Axel dengan alis menukik tajam.

"Gawat! Itu beneran Hani, Axel..." bisikku panik Setengah mati. "Gimana nih? Apa yang harus kita laku
Libra Syafarika

Hai pembacaku tercinta. Terima kasih sudah membaca sejauh ini. Kemarin othor sudah kasi bonus seminggu penuh ya. Mulai besok jadwal update akan kembali seperti semula. Othor akan pulihkan badan dulu karena lagi mual-mual sambil lalu nabung bab. Entar kalau buku ini naik lagi, othor kasi bonus lagi, oke? Jangan lupa saweran gem sama koinnya biar buku ini naik terus. Sertakan juga komen yang baik-baik. See you... Jadwal update rutin: Senin-kamis> 3 bab Jumat-Minggu> 2 bab

| 21
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter
Mga Comments (4)
goodnovel comment avatar
Libra Syafarika
Makasih, kak. Semoga selalu sehat dan diberikan rejeki yang melimpah. Aamiin...
goodnovel comment avatar
Geru Huji
ditunggu update nya lagi kaka aku udah kirim game ya
goodnovel comment avatar
Libra Syafarika
Thanks, kak udah baca sejauh ini. Semoga kalian banyak rejeki ya, biar bisa top up koin terus. Aamiin...
Tignan lahat ng Komento

Pinakabagong kabanata

  • Nyebelin, sih! Tapi Aku Ketagihan   BAB 138 TETANGGA KOS

    "Sepuluh ribu dolar?!" tanyaku dengan mata membelalak lebar karena terkejut. Gila! Kalau aku sampai kena denda penalti sebesar itu, pakai uang dari mana aku membayarnya?! Bukannya untung, yang ada malah buntung! Aku bergegas bangkit dari kursi, melangkah mendekati staf HRD tersebut. "Mbak... apa saya bisa membatalkan kontrak kerjanya?" tanyaku sembari berusaha mengambil kembali berkas dokumen dalam dekapannya. Namun staf itu hanya tersenyum tenang dan ramah sembari mengibaskan tangannya pelan. "Maaf, Mbak. Tidak bisa... datanya sudah terinput secara otomatis ke sistem." Aku tetap bersikeras merebut file itu kembali. "Tapi Mbak... ini kan baru hitungan menit!" "Kalau Mbak Kayla mendadak membatalkan begini, Mbak bisa membuat Pak Heru kecewa, loh." Mendengar nama Papa Hani disebut, gerakanku seketika terhenti. Aku membeku selama beberapa detik. "T-tapi, Mbak..." "Buka

  • Nyebelin, sih! Tapi Aku Ketagihan   BAB 137 PEMBALASAN

    Aku sengaja mengulas senyum lebar seolah menyambut hangat uluran tangannya. Tepat saat tubuh Miko hampir menjangkauku, aku langsung mengayunkan kaki menendang telak perutnya, disusul satu pukulan keras tepat di wajahnya saat ia menunduk menahan nyeri.Bukh!Tubuh Miko oleng dan limbung ke belakang. Namun hanya dalam hitungan detik, ia berusaha menegakkan kembali tubuhnya sembari menatapku dengan mata membelalak penuh tanya."Kayla...?""Itu ganjaran... karena kamu sudah bertindak bejat menjebakku di hotel!" Aku melangkah mendekatinya dengan tubuh menegang tegang, lalu kembali melayangkan bogem mentah ke wajahnya.Bukh!"Itu hukuman... karena kamu sudah berani merendahkanku dan menginjak-injak harga diriku sebagai wanita!"Miko meringis sembari berusaha berdiri tegak. Namun belum sempat tubuhnya seimbang, aku melayangkan satu tendangan kuat lagi ke arah perutnya hingga ia tersungkur ke lantai."Dan itu... adalah

  • Nyebelin, sih! Tapi Aku Ketagihan   BAB 136 SALAH TINGKAH

    "Ehem!" goda Hani sembari menahan senyum, membuat aku dan Axel seketika dibuat salah tingkah. "Sekarang Kayla tinggal di rumah aku, Kak," lanjut Hani sembari melangkah berdiri tegak di sampingku. "Owh..." Axel mengusap belakang tengkuknya sembari mengalihkan pandangan ke sembarang arah. Wajahnya terlihat amat serba salah. "Kalau mau... lo bisa tinggal di apartemen. Gue... udah pindah ke rumah Papa, kok." Oh... jadi dia udah nggak tinggal di apartemen lagi? Syukurlah. Tadinya aku sempat khawatir jika dia harus tidur sendirian di sana. Axel kan punya fobia kegelapan sejak ia terkunci di gudang sewaktu kecil. "Cieee... kayaknya ada yang ngajak rujuk, nih!" goda Hani lagi sembari menyenggol lenganku dengan sikutnya. Aku bergegas mencubit pinggang Hani gemas sembari berbisik tertahan. "Bisa diam nggak, sih?!" "Aduh! Apaan sih..." protes Hani sembari mengusap pinggangnya yang menjadi

  • Nyebelin, sih! Tapi Aku Ketagihan   BAB 135 PERTEMUAN YANG CANGGUNG

    "Apa yang lo lakukan, Inez?! Lo mau membunuh Kayla?!" teriak Rayan berang sembari tangannya dengan sigap menyangga tubuhku dari belakang. Aku yang masih membeku hanya bisa menoleh pada Rayan dengan detak jantung bertabuh kencang akibat rasa panik yang luar biasa. Tak berselang lama, derap langkah kaki yang berlari tergesa menaiki anak tangga terdengar riuh. Miko dan Axel tiba-tiba muncul dengan napas tersengal-sengal. Pandangan mata mereka seketika membelalak lebar begitu menangkap posisiku. Aku bergegas menegakkan tubuh, merasa salah tingkah karena situasi ini mendadak mengumpulkan dua cowok yang pernah hadir dalam kisah cintaku di satu tempat yang sama. "Kamu nggak apa-apa, Kay?" tanya Rayan dengan raut wajah amat khawatir. Aku hanya menggeleng pelan tanpa suara, melirik canggung ke arah Axel dan Miko yang masih menatapku tajam. Detik berikutnya, Miko mendadak melangkah menaiki tangga mengham

  • Nyebelin, sih! Tapi Aku Ketagihan   BAB 134 CELAKA!

    Sialan! Inez ingin aku hamil anak Miko? Benar-benar bejat. Tak kusangka penampilannya yang berkelas sungguh sangat bertolak belakang dengan hatinya yang busuk. "Kamu sendiri gimana? Kamu berhasil tidur sama Axel?" tanya Miko balik. Mataku langsung membulat sempurna mendengar pertanyaan itu. Sungguh brengsek! Jadi mereka berdua berencana menghancurkan aku dan Axel secara bersamaan? Inez membuang muka dengan raut wajah masam. "Mana bisa! Dia mabuk berat! Padahal dia udah sempat cium gue, tapi malah pingsan." Ternyata, kesaksian Axel sepenuhnya benar. Dia tidak mengarang cerita tentang kejadian mabuknya kala itu. "Hahaha..." Miko terbahak sembari membetulkan posisi kacamatanya. "Sama aja. Kamu juga sama-sama payah!" "Ya kalau gue wajar! Mana bisa gue meniduri Axel kalau punya dia aja nggak tegak!" Inez menunjuk dada Miko tegas dengan wajah penuh amarah. "Sedangkan lo! Lo punya banyak kesempatan b

  • Nyebelin, sih! Tapi Aku Ketagihan   BAB 133 PENEMUAN BUKTI

    Hani melirikku sinis. "Iri sih nggak juga..." sahutnya sembari membuang muka. Lagian mereka menikah juga cuma gara-gara dijodohkan. Axel nggak benar-benar tertarik kok sama Kayla. Buktinya sekarang mereka pisah."Aku spontan menepuk keras paha Hani. "Lo?! Tega banget sih sama gue...""Ah!" pekik Hani sembari meringis mengusap pahanya. "Ye... kok sewot sih? Gue kan ngomong apa adanya!""Hani... Jangan begitu sama teman kamu..." timpal Papa Hani sembari mengarahkan remote ke TV.Mama Hani hanya tertawa kecil sembari memandangi kami berdua. "Iya, kasihan Kayla. Tadi pas baru datang aja raut wajahnya udah lesu banget. Dia pasti patah hati berat.""Ya... siapa suruh meninggalkan si tampan Axel?" Hani memiringkan tubuhnya ke arahku. "Kalau lo meninggalkan dia, yang ada Inez bakal semakin leluasa merebut Axel."Mungkin perkataan Hani ada benarnya. Tapi jika memang Axel akhirnya jatuh ke pelukan Inez, dia sungguh bukan pria yang pantas u

Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status