Aku dan Axel terperanjat kaget, spontan menoleh secara bersamaan ke arah ambang pintu."Oh, sorry! Gue ngganggu ritual kemesraan kalian, ya?" seru Kak Rayan tampak serba salah dan tersenyum canggung.Aku refleks bergegas turun dari pangkuan Axel, berdiri kaku seperti anak kecil yang tertangkap basah berbuat jahat. "Kak... eh, nggak, kok!"Axel justru tersenyum lebar. Raut wajahnya terlihat sangat santai mendapati kehadiran sahabatnya yang tiba-tiba menginterupsi kemesraan kami—sangat kontras dengan sikapnya kemarin yang meledak-ledak diselimuti kecemburuan."Bro... masuklah," pinta Axel ramah.Tepat sebelum Kak Rayan melangkahkan kakinya masuk, sosok Hani tiba-tiba menyusul dari balik punggungnya. Perempuan itu langsung menggandeng lengan Kak Rayan dengan mesra."Kayla!!" teriak Hani histeris dengan wajah berseri-seri penuh bahagia.Wah... ada angin apa ini? Aku mengamati raut wajah mereka berdua yang tampak berbinar terang. Sungguh berbeda 180 derajat dari ketegangan yang terj
Last Updated : 2026-10-05 Read more