"Lo... ngomong apa, sih," ucapku salah tingkah, berusaha menepis debaran di dada."Udah, udah... ayo kita salaman sama pengantin!" seru beberapa saudara di samping kami menengahi.Bersamaan dengan itu, beberapa tamu yang mengantre di belakang mendadak mendesak maju. Tanpa sengaja, dorongan itu membuat tubuhku kehilangan keseimbangan dan jatuh telak tepat ke dalam pelukan Axel."Ah! So—sorry..." pekikku panik, buru-buru mencoba melepaskan diri dari kungkungannya.Namun, Axel justru semakin mempererat tahanan tangannya di pinggangku, tak membiarkan sedikit pun celah untukku melarikan diri."Xel... lepasin, deh. Di sini banyak orang," pintaku berbisik penuh tekanan di tengah keriuhan saudara-saudara kami yang bergiliran menyalami pengantin."Emangnya kenapa? Mereka semua kan keluarga kita," sahutnya enteng tanpa beban. "Toh, mereka juga udah tahu kalau kita dijodohkan dan bakal segera menikah."Glek! Aku tanpa sadar menelan
Terakhir Diperbarui : 2026-08-26 Baca selengkapnya