Kedua alis Marco terangkat tipis, tak menyangka laporan itu akan datang lebih cepat dari yang kira. “Perusahaan juga akan menempuh jalur hukum untuk menuntut pengembalian dana, dan kemungkinan besar kasusnya akan dilimpahkan ke pihak berwajib,” lanjut Adrian hingga tuntas. Marco terdiam sejenak. Rahangnya sedikit mengeras, tapi ekspresinya tetap tenang. Ia melirik ke arah ranjang di mana Zea masih berbaring, menatapnya dengan mata yang sekarang sudah terbuka penuh. “Sudah diputuskan?” tanya Marco akhirnya, suaranya rendah. “Sudah, Tuan. Keputusan itu resmi. Surat pemberhentian sudah disiapkan, dan tim hukum perusahaan akan bergerak mulai besok pagi.” Marco mengangguk pelan, meski Adrian tidak bisa melihatnya. “Baik. Terima kasih sudah melaporkan.” “Ada yang perlu saya siapkan, Tuan?” “Tidak untuk malam ini. Istirahat saja. Besok kita bicarakan lagi.” “Baik, Tuan.” Marco memutus sambungan. Ia meletakkan ponsel kembali di meja rias, lalu berdiri diam beberapa detik, men
Huling Na-update : 2026-09-19 Magbasa pa