Mobil melaju pelan menyusuri jalanan pagi yang mulai ramai. Di dalam kabin, hanya suara AC dan deru mesin yang mengisi keheningan. Zea duduk kaku di kursi belakang, kedua tangannya saling meremas di pangkuan. Sesekali ia melirik Marco di sampingnya, yang duduk tenang menatap lurus ke depan, rahangnya sedikit mengeras namun tak menunjukkan tanda-tanda gugup sedikit pun. "Marco," panggil Zea pelan, memecah keheningan. "Kira-kira ... media bakal nanya apa aja, ya?" Marco menoleh. “Kemungkinan besar soal hubungan kita dan Selena.” Ia terdiam sejenak. “Mungkin juga soal Michael ... dan perusahaan keluarga.” Zea menelan ludah. "Kalau mereka nanya langsung ke aku, gimana?" "Biar aku yang bicara," jawab Marco tegas, tanpa keraguan. "Kamu cukup di sampingku." Zea mengangguk pelan, tapi kegugupannya belum sepenuhnya reda. Pikirannya terus berputar, membayangkan deretan kamera, suara wartawan yang saling bersahutan, dan sorot mata yang menghakimi seperti yang pernah ia alami di venue pertan
Last Updated : 2026-09-13 Read more