"Tante Felly?!" Jihan tampak sedikit terkejut saat mengenali sosok itu, namun seketika matanya langsung berbinar cerah."Boleh nggak, Tante gabung?" tanya Felly sekali lagi. Saat bicara, matanya melirik sekilas ke arah Isna yang berdiri di belakang Atta, sorot matanya berubah dingin dan wajahnya tampak tak senang menyadari keberadaan perempuan itu di sana."Boleh. Boleh 'kan, Ayah?" Jihan segera menarik lengan Atta memohon persetujuan."Boleh dong, Bu.""Kalian nonton apa emang?""Ini." Atta memperlihatkan tiket yang dia pegang. "Kalau Ibu mau gabung, biar saya belikan tiketnya.""Boleh, nanti sampai rumah uangnya aku ganti, Mas," katanya, lalu menyambar tangan kecil Jihan seolah ingin dia gendong. "Sini biar Jihan sama aku. Biar Tante gendong ya, Jihan?""Biar aku saja yang gendong Jihan, Bu," Isna tiba-tiba menawarkan diri, bahkan tangannya ikut terulur, tapi dengan cepat Felly menepisnya, membuat perempuan itu sontak terkejut."Jihan nggak perlu digendong, Jihan duduk saja di sana.
آخر تحديث : 2026-07-21 اقرأ المزيد