Denis Pintu terbuka pelan. Denis berdiri di baliknya, matanya membelalak kaget melihat siapa yang datang. "Azka? Ngapain kamu ke sini?" "Aku nyariin kamu, Kak!" Suara Azka bergetar, campuran antara lega dan marah. "Kamu tau nggak, Mamah panik banget di rumah. Aira lagi demam, Ayah Rey di luar kota, terus Kakak malah kirim pesan aneh terus ngilang!" Denis menunduk, tidak sanggup menatap wajah adiknya yang basah oleh gerimis dan air mata yang jelas ditahan sepanjang perjalanan. Dari dalam, Maya muncul di belakang Denis, menyipitkan mata memperhatikan Azka. "Siapa ini? Adikmu yang katanya, Nis?" "Ini bukan urusan Ibu," potong Denis cepat, nadanya lebih tegas dari yang pernah Azka dengar sebelumnya. Maya mendengus, tapi tidak berkata apa-apa lagi, hanya berdiri di ambang pintu dengan sorot mata yang sulit ditebak—antara penasaran dan perhitungan. Azka melangkah maju, menatap kakaknya lurus-lurus. "Kak, pulang, yuk." "Aku udah bilang di pesan, Za," jawab Denis, suaranya pe
Last Updated : 2026-09-26 Read more