Senin pagi, suasana kelas terasa berbeda lagi, bukan seperti minggu-minggu awal ketika gosip pertama kali menyebar, tapi ada sesuatu yang lebih halus, lebih personal, yang membuat perut Denis terasa tidak enak sejak ia melangkah masuk.Sifa tidak menyapanya seperti biasa.Biasanya, begitu Denis masuk kelas, Sifa akan melambai kecil dari bangkunya, atau setidaknya tersenyum sekilas. Pagi itu, ia hanya menunduk, sibuk dengan buku catatannya, seolah sengaja menghindari kontak mata.Denis mencoba tidak berpikir macam-macam sepanjang jam pelajaran, meski gagal. Setiap kali ia melirik ke arah bangku Sifa, gadis itu selalu tampak sibuk dengan sesuatu yang lain.Saat istirahat, ia memberanikan diri menghampiri. " Halo Sifa?"Sifa mendongak, ekspresinya sulit dibaca, bukan marah, tapi juga tidak seramah biasanya. "Ya?""Kamu kelihatan beda hari ini. Kenapa?""Mungkin hanya perasaan kamu saja.""Bilang saja ada apa, Fa!"Sifa terdiam sejenak, seperti mempertimbangkan sesuatu, sebelum akhirnya b
Last Updated : 2026-09-24 Read more