Bel pintu berbunyi pukul 10.00 tepat. Tiga kali. Sepertinya, yang datang adalah Bu Ester, semalam aku sudah menghubunginya. Katanya, hari ini dia home visit untuk observasi. Aku membuka pintu. Seorang perempuan berdiri di teras. Sekitar 35 tahun. Rambutnya diikat rapi. Tidak pakai jas lab atau pakaian formal. Hanya kemeja linen warna krem dan celana bahan. Di tangannya ada tas jinjing besar. Dari celahnya mengintip ujung boneka beruang, kotak krayon, dan beberapa balok kayu."Selamat pagi, Bu Ririn," katanya. Senyumnya tidak lebar. Hanya cukup untuk bilang "aku tidak berbahaya". "Saya Ester. Panggil saya Tante Ester saja."Aku mengangguk, tenggorokanku kering. "Silakan masuk, Bu... Tante Ester."Azka langsung sembunyi di balik kakiku. Map cokelat Rey dipeluknya erat seperti tameng. Matanya mengintip dari balik pahaku, curiga.Aku panik. "Maaf Tante Ester, Azka dia... dia pemalu sama orang baru."Tante Ester tidak menjawab. Dia t
Last Updated : 2026-07-31 Read more