Ibu Rey berdiri dari sofa. Langkahnya anggun meski usianya sudah tidak muda lagi. Beliau mengulurkan tangan, tersenyum hangat. "Salam kenal, Ririn. Aku Mira, ibunya Rey."Aku menyambut uluran tangannya. Jabatannya lembut, tapi terasa tulus. "Salam kenal juga, Bu Mira.""Rey sering cerita tentang kamu," kata Bu Mira, matanya berbinar. "Katanya kamu perempuan kuat, mandiri, masakannya enak."Aku tersipu. Wajahku panas. "Rey... suka melebih-lebihkan, Bu."Bu Mira tertawa kecil. Ia mempersilahkanku duduk, lalu membukakan toples kue di meja. Kue kering, brownies, dan tiramisu. Ia menyerahkan toples padaku. "Ini buatan Ibu sendiri. Coba, ya, Rin."Aku mengambil kue itu. "Terima kasih, Bu.""Di depan kamu ada tiramisu sama aneka pastry," lanjut Bu Mira. "Ini produk dari toko kecil Ibu yang berada dekat dari rumah ini. Kata Rey, kamu suka tiramisu. Jadi Ibu produksi lebih banyak. Biar kamu bisa makan kapan pun kamu mau."
Last Updated : 2026-08-07 Read more