"Lain kali bisa begini lagi?" tanya Nyonya Widya penuh harap, tanganya perlahan mengelus dada bidang Sena yang masih naik-turun memburu.Sena tersenyum tipis, mengecup lembut dahi wanita itu. "Tentu saja, Nyonya. Asalkan situasinya memungkinkan, aku pasti akan kembali memanjakanmu."Mendengar jawaban itu, Nyonya Widya tersenyum lebar. Sisa-sisa kesedihan akibat musibah kebakaran gudangnya benar-benar lenyap, tergantikan oleh rasa puas dan kebahagiaan yang menghangatkan jiwanya.Setelah merapikan pakaiannya, Sena pamit pada Nyonya Widya. Namun, ia kembali ke gubuknya untuk kembali mengatur energinya. Sore harinya Sena melangkah menuju rumah Nyonya Sarah, meski energinya sudah melimpah, ia butuh penyatuan satu kali lagi agar hawa murni Gowok di dalam tubuhnya benar-benar mencapai tingkat kesempurnaan sebelum menghadapi Kek Jabar.Begitu Sena menginjakkan kaki di kediaman Nyonya Sarah yang sepi, dia langsung disambut Nyonya Sarah yang kebetulan ingin menutup pintu."Sena, ada apa?
Last Updated : 2026-07-30 Read more