Percekcokan antara Nyonya Widya dan Nyonya Sarah kian nyaring memecah keheningan gubuk. Sena menatap kedua janda kaya itu bergantian, lalu menghela napas panjang. Sena memusatkan fokusnya, melepaskan setitik aura hawa murni Gowok yang tak kasat mata ke udara. Seketika, tekanan udara di dalam gubuk terasa sedikit memberat dan hangat, menyapu dada kedua wanita itu dan membuat pertengkaran mereka mendadak terhenti secara alami. "Nyonya-nyonya, harap tenang," ujar Sena dengan suara berat, tegas, dan penuh wibawa khas pria sejati. Nyonya Widya dan Nyonya Sarah seketika bungkam, menatap Sena dengan pandangan sungkan sekaligus sedikit tersipupalu. "Sebagai pria sejati, saya wajib menepati janji," lanjut Sena menatap Nyonya Sarah. "Malam ini, saya sudah ada janji terlebih dahulu dengan Nyonya Widya. Jadi, saya minta Nyonya Sarah untuk mengalah dan pulang lebih dulu." Raut wajah Nyonya Sarah meredup, bibir cantiknya cemberut. "Tapi Sena..." "Tapi saya janji," potong Sena denga
Last Updated : 2026-07-24 Read more